Tampilkan postingan dengan label rokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rokok. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2008

Tuhan Sembilan Senti

Oleh: Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok, Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di restoran, di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok, bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil 'ek-'ek orang goblok merokok, di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang- orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok, Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala- berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal? Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al hawwa'i. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan? Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok. Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya, Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

---------------oo000oo------------

WHO Serukan Larangan Iklan Rokok

Republika On-line

WHO Serukan Larangan Iklan Rokok

NEW YORK--RoL-- Organisasai Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan kepada seluruh negara di dunia untuk melarang semua iklan tembakau guna membantu mencegah anak-anak muda mulai merokok. WHO menuduh produsen rokok menggunakan teknik pemasaran yang semakin canggih untuk memikat anak-anak muda agar merokok, khususnya anak-anak perempuan di negara-negara yang lebih miskin.

Seperti dilansir BBC News, Senin (2/6), Badan PBB itu menyatakan, semakin sering mereka melihat atau mendengar iklan rokok, semakin besar kemungkinan mereka memulai kebiasaan itu. Imbauan itu disampaikan untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia yang dicanangkan WHO setiap 31 Mei Organisasi itu mengatakan hanya 5 persen dari penduduk dunia yang melarang iklan, promosi, dan pemberian sponsor dari rokok.

WHO mengatakan pembatasan yang berlaku saat ini tidak cukup untuk melindungi 1,8 miliar anak muda di dunia, yang menjadi sasaran iklan rokok di internet, majalah, film, konser dan acara olahraga. Di Rusia, yang tidak banyak memiliki UU anti-rokok, jumlah wanita dan anak perempuan yang merokok berlipat tiga dalam 10 tahun belakangan.

Namun di Kanada, di mana iklan rokok sangat dibatasi, jumlah perokok di negara itu adalah yang terendah dalam 40 tahun. Inggris juga baru-baru ini mengumumkan rencana untuk melarang mesin penjual rokok, untuk mencegah anak-anak dan remaja merokok.

WHO juga menuduh pihak produsen rokok terus berusaha menarik calon perokok di kalangan anak muda dengan mengaitkan rokok dengan 'kehidupan mewah, semangat, dan daya tarik'. Sebagian besar perokok memulai kebiasaan ini sebelum usia 18 tahun, dengan hampir seperempat dari mereka pertama kali merokok pada usia di bawah 10 tahun.Dalam survei WHO yang diselenggarakan di seluruh dunia terhadap anak-anak usia 13-15 tahun, 55 persen dari mereka mengatakan melihat iklan rokok di jalan-jalan, sedangkan 20 persen dari mereka memiliki barang yang memperlihatkan logo merek rokok. Douglas Bettcher, Direktur Kampanye Bebas Rokok WHO, mengatakan larangan penuh perlu diterapkan untuk melindungi anak-anak muda dari pesan-pesan berbahaya dari rokok.eye/

Pengurus RW 10

Ketua : Saidi
Wk Ketua : Sentot Mardadi
Bendahara : Budi Karyawan
Sekretaris 1 : Sutjipto
Sekretaris 2 : Ahmad HH

Sekretariat : Blok T10 Perum Griya Alam Sentosa Cileungsi BOGOR

Email : rw10.pasirangin@gmail.com
Mobile moderator : 08.595939.2020

Kalimat Mutiara

Disiplin adalah jembatan antara cita-cita dan pencapaiannya."
Jim Rohn, Pakar Motivasi dan Manajemen

"Seluruh nilai bijak manusia terangkum dalam dua kata: menanti dan mengharap."
Alexandre Dumas Pere (1802-1870), Sastrawan Prancis

"Kesabaran dan keteguhan menaklukkan segalanya."
Ralph Waldo Emerson (1803-1882), Pujangga-Esais AS

"Janganlah mencoba menjadi orang sukses. Jadilah orang yang bernilai."
Albert Einstein